Islamnya Abu Sufyan Al-Harits

yusatariniti.wordpress.com

yusatariniti.wordpress.com

Abu Sufyan bin Harits, bukanlah orang jauh bagi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau masih ada hubungan saudara dengan Nabi. Akan tetapi kekafiran serta permusuhan menjauhkan dekatnya nasab tersebut. Permusuhan itu tak terelakkan, terutama saat kaum musyrikin Mekkah sedang jaya-jayanya. Hingga suatu saat roda berputar dengan cepat dan menaikkan kaum muslimin ke putaran roda teratas. Berbondonglah manusia memasuki islam, dan salah satunya adalah Abu Sufyan bin Harits..

Masuk Islam, baginya, bukan urusan sederhana. Teringatlah dia kejahatan serta permusuhan yang dahulu dilakukan beserta kawan-kawannya terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ketakutan itu menyeruak dari dalam hatinya, bagaimana jika Sang Nabi membalas perlakuanku kepadanya dahulu? Tentu aku tak akan sanggup! Maka datanglah dia kepada sahabat-sahabatnya yang terllebih dahulu masuk islam, hendak meminta saran.

Sungguh sahabat-sahabatnya adalah orang yang bijak serta cerdas. Mereka mengerti, bahwa Rasulullah diperintahkan untuk mengikuti jalannya para Nabi. Disuruhlah abu sufyan menghadap sendiri kepada Nabi, sembari mengatakan persis seperti yang dikatakan saudara Yusuf ketika melihat Yusuf telah memiliki posisi yang tinggi

تالله لقد آثرك الله علينا وإن كنا لخاطئين

“Demi Allah! Sungguh Allah telah melebihkan engkau atas kami, dan sungguh kami adalah orang-orang yang bersalah” (Q.S. Yusuf 91)

Lantas, apa jawaban Nabi? Sesuai prediksi, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab persis seperti yang dikatakan oleh Nabi Yusuf

لا تثريب عليكم اليوم يغفر الله لكم وهو أرحم الرحمين

“Pada hari ini, tidak ada cercaan terhadap kamu. Semoga Allah mengampuni kamu, dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang” (Q.S. Yusuf 92)

Kisah-kisah dalam Al-Qur’an bukan hanya sebagai kisah, namun untuk dirunut peristiwanya, dititi jalannya, dan diikuti contohnya. Ketika sedang sedih, tak usahlah kita mengeluh di dunia maya, namun katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Ya’qub saat kehilangan anaknya

إنما أشكوا بثي وحزني إلى الله

“Hanyalah pada Allah aku adukan kesusahan dan kesedihanku”

*Dicuplik dari rekaman kajian Syaikh Al-Maghamisiy hafizhahullah, dengan sedikit perubahan

Advertisements

One thought on “Islamnya Abu Sufyan Al-Harits

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s