Pelajaran Dakwah : Sabar

Tadi pagi, saya sempat membuat status di Facebook yang memicu perdebatan. Lantas, teman saya membuat sebuah status yang menyindir saya. Lantas saya pun merenungi lagi isi dari status itu, kenapa saya membuat status itu, dan seterusnya. Akhirnya saya sadar bahwa status saya itu salah, dan memang niat saya yang kurang baik. Intinya saya membuat status itu karena sudah jengkel setengah mati dengan orang-orang yang rsembarangan memberi cap pada sebagian orang dengan tujuan menjatuhkan orang tersebut. Saya jengkel, saya marah, karena sungguh orang yang dicap ini adalah orang-orang yang justru menginginkan kebaikan untuk manusia, dan mereka pun membantah orang-orang yang keliru dengan cara yang baik. Sedangkan orang yang mencap ini, mereka suka sekali membantah dengan bumbu ejekan dan celaan yang pedas sekali. Lantas saya pun teringat akan firman Allah

يا ايها الذين امنوا من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه اذلة على المؤمنين اعزة على الكافرين يجاهدون في سبيل الله ولا يخافون لومة لائم
“Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamaNya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mana Allah mencintai kaum itu dan kaum itu pun mencintai Allah. (mereka itu) bersikap lemah lembut terhadap orang mu’min dan bersikap keras terhadap orang kafir, mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut oleh celaan orang-orang yang mencela” (Q.S. Al Maidah 54)

Ya, intinya adalah sabar! Banyak sekali orang yang mencela tapi tidak tahu apa yang dicela, mereka mencela hanya karena melihat orang lain mencela. Sikap kita? Sekali lagi, sabar! Maka dari itu, syaikh Muhammad at-tamimi ketika menyebutkan tentang 4 masalah yang harus dipelajari, dalam poin ke empat beliau menyebutkan kata “Sabar”. Perhatikan kalimat beliau berikut ini

اعلم -رحمك الله – انه يجب علينا تعلم اربع مسائل
الاولى : العلم , وهو معرفة الله, ومعرفة الرسول, ومعرفة دين الاسلام بالادلة
الثاني : العمل به
الثالث : الدعوة اليه
الرابع : الصبر على الاذى فيه
“Ketahuilah! Semoga Allah merahmatimu. Sesungguhnya wajib atas kita (manusia) untuk mempelajari 4 masalah :
1. Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Rasul, dan mengenal Diinul Islam dengan dalil
2. Beramal dengannya
3. Dakwah kepadanya
4. Bersabar pada gangguan di dalamnya.”

Keempat hal ini termaktub dalam surat Al-‘Ashr.

Itulah hikmah yang saya tangkap dari peristiwa itu. Semoga bermanfaat

Advertisements

Silahkan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s